Februari 23, 2015

Menggali Rasa

Belajar untuk menggali rasa.

Buat saya, belajar Parenting, tidak muluk-muluk, untuk bisa mengajarkan parenting ke orang lain, bukan juga untuk anak saya, tapiii lebih kepada untuk diri saya sendiri, agar bisa menjadi orang tua yang penuh rasa syukur sehingga bisa selalu mensyukuri apapun yang Alloh kasih, dan juga membuat saya belajar untuk selalu merasa bahagia. Kalo saya bisa menjadi orang tua yang penuh dengan rasa syukur dan selalu merasa bahagia, insyaalloh energi positif itu akan tertular ke anak saya, sehingga otomatis dia akan menjadi anak yang bahagia.

Kali ini saya belajar untuk menggali rasa.
Cekidot..

Kalo seseorang/anak sedang dalam kondisi emosi yang sehat, tidak bermasalah, diberi nasihat gak masalah.

Ibaratnya kalo kita sekolah dalam keadaan sehat, semua ilmu bisa masuk dengan mudah. Tapi kalo sedang bermasalah memang harus digali dulu akar masalah dan perasaannya.

Contoh Menggali Rasa :

(Percakapan antara murid dan guru)

Guru: Semalem jadi sholat isya di rumah kah?

Murid: gak mas. Males, capek, ketiduran...

Guru: Emang badannya lagi CAPE banget ya, smp ketiduran? > mencoba memahami perasaan dan fisik anak

Murid: iya mas. > anak merasa dipahami

Guru : Memang abis ngapain bisa cape gitu? > mendengar sambil mencari akar masalah

Murid : Soalnya bla... bla... > kalo anak merasa didengar, dia akan cerita banyak, guru akan lebih mudah memahami anak murid.

Guru : Kamu SENANG banget ya main bola nya? > pahami lagi perasaan anak murid, hal ini bs membuat tabung emosi negatif nya kosong karena merasa dipahami, baru masuk untuk diingatkan sholat.
Wah, tapi sayang banget ya kalo sholat isyanya ketinggalan ! Tahu gak kenapa?

Murid: Emang kenapa?

Guru: Badan kita perlu energi besar dan kekuatan untuk bisa main bola, pikiran perlu cerdas untuk strategi buat bikin gol, bener ga? (biarkan anak menjawab)
Nah, semua energi dan kekuatan kita datangnya dari mana? (biarkan anak menjawab)
Dari Allah... makanya kita perlu sering2 ketemu Allah, salah satu caranya dengan sholat.
Dalam sholat Allah akan memberi kita banyak kekuatan dan energi buat main bola, belajar, sehat.... bla bla...
Kalo ketemu Allahnya jarang-jarang, gimana bisa dapat energi banyak? (biarkan anak mengeluarkan pendapatnya)
Jadi musti gimana ya supaya dapat energi kekuatan Allah?

Bahkan mungkin dialognya bisa lebih panjang, apalagi kalo anaknya kritis, tapi intinya semakin banyak mendengarkan dan memahami anak, maka dialog-dialog yang terjadi justru akan membangun diri anak tersebut. Tapi hal ini ga bs dilakukan sekali dua kali, harus berkali-kali.. secara massif dan intensif oleh guru maupun orang tua....

Panjang dan lama ya? Hehe.... 😁 itulah investasi pendidikan manusia, ga ada yang instant....

*diambil dari grup Pengurus PPG Jakbar, oleh mba Nisaa PB*
Semoga bermanfaat dan barokah..
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Februari 05, 2015

Games

Tips Permainan Ulang Tahun buat usia 4 Tahun

Karena keterampilan motorik anak usia 4 tahun sudah semakin sempurna, berikut permainan untuk pesta ulang tahun ke 4 untuk anak Anda

1. Tarian Limbo (siapkan seutas tali panjang dan musik irama reggae atau yang berirama riang).

· Minta dua anak (atau dua orang dewasa) untuk memegang kedua ujung tali dan membentangkannya, dengan posisi tali yang yang cukup rendah untuk anak-anak.
· Anak-anak berbaris, sambil bergoyang menari bergiliran melewati tali dari bawah dengan cara memiringkan badan ke belakang. Lakukan sampai semua anak mendapat giliran.
· Bila tali bisa dilewati dengan mudah oleh anak-anak, rendahkan posisi tali agar semakin menantang untuk dilewati. Demikian seterusnya.

2. Raja dan Ratu Cokelat (siapkan kursi kecil, dadu besar, sepiring permen cokelat bulat, aksesori penampilan seperti kacamata hitam kecil, syal bulu, skarf untuk anak lak-laki, tiara, topi, sarung tangan wol)

· Ajak anak-anak membuat lingkaran besar. Tempatkan kursi kecil, sepiring permen cokelat dan berbagai aksesori di tengah lingkaran.
· Setiap anak bergantian melempar dadu. Anak yang mendapat angka 6 di dadu, maju ke tengah lingkaran, mengenakan seluruh aksesori yang tersedia dan duduk makan permen cokelat yang diambil dari piring dengan tangan yang bersarung tangan wol.
·Sampai ada anak lain berhasil mendapat angka 6 di dadu, barulah anak di tengah lingkaran melepas kostumnya dan kembali ke lingkaran digantikan anak tersebut.

3. Buat Aku

Tertawa. Permainan lucu, yang bisa mencairkan suasana. Ajak anak-anak membuat lingkaran besar. Cari seorang anak untuk duduk di tengah lingkaran dan mintalah dia untuk bersikap seserius mungkin. Anak-anak lain diminta bertingkah lucu dan konyol untuk membuat anak di tengah lingkaran tertawa –tetapi anak-anak lain tidak boleh menyentuh anak di tengah lingkaran. Bila ia sampai tertawa –atau hanya tersenyum– maka perannya harus digantikan anak lain dari lingkaran. Anak yang paling lama bisa tahan untuk tidak tersenyum atau tertawa, menjadi pemenang.

4. Mirror, Mirror On The Wall

·Dua baris anak berdiri berjajar dan saling berhadapan. Pastikan semua anak memiliki pasangan. Anak-anak di barisan pertama menjadi "manusia", anak-anak pada barisan kedua menjadi "bayangan cermin".
· Minta anak yang menjadi "manusia" untuk melakukan gerakan di depan "cermin", misalnya menyisir rambut, menggosok gigi, makan dan lain-lain, dan "bayangan cermin" harus mengikuti gerakan itu sepersis mungkin.
· Setelah itu, berganti peran. Anak-anak yang tadinya menjadi "manusia" kini menjadi "bayangan cermin" dan sebaliknya.
· Putar musik dan kini "manusia" menari diikuti oleh gerakan "bayangan cermin"-nya.

5. Parade Topeng. Siapkan piring kertas dilubangi dua untuk "mata" dan tali karet di kiri-kanan untuk mengikat ke belakang kepala, alat-alat untuk menghias topeng seperti krayon atau spidol, benang wol, bulu, manik, stiker, lem dan lain-lain. Iringi dengan musik lagu anak-anak sebagai backsound.

Anak-anak duduk berkelompok di lantai. Setiap kelompok mendapat topeng dan peralatan untuk menghias topeng dalam jumlah cukup. Beri mereka waktu untuk mendekorasi topeng masing-masing. Setelah selesai, buatlah parade topeng seperti suasana fashion show.

6. Adu Cepat Langkah (siapkan kertas ukuran A4 berjumlah 2 kali jumlah anak-anak tamu pesta). Setiap anak masing-masing mendapat dua lembar kertas. Mereka harus berlomba melintasi ruangan, dengan jalan memindahkan kertas tersebut. Caranya, letakkan selembar kertas di depan salah satu kaki, lalu melangkahlah di kertas tersebut, demikian seterusnya. Kaki anak tidak boleh menjejak di lantai. Anak yang paling cepat mencapai garis finish dengan selalu menjejak di atas kertas adalah pemenangnya.

*inspirasi games ini diambil dari account fesbuk Baby Bar*
Powered by Telkomsel BlackBerry®