Bahkan saya lebih memilih tinggal di hotel atau asrama daripada harus di rumah orang lain.
Dan saya baru menyadarinya hari ini. Sepertinya itulah jawaban kenapa saya gak betah bertamu lama2 ke rumah orang, jenguk orang sakit, ataupun berdiam seharian di rumah mbah ketika pulang kampung (pasti selalu pergi dan pulang di sore atau malam hari).
Yang gak enaknya, kalo saya harus berdiam seharian di rumah orang lain, saya benar2 merasa teramat sangat tersiksa, dan bisa jadi tiba2 merasa BORING, akhirnya BT deh. Kalo sudah gini, terkadang saya jadi merasa gak enak dengan yang punya rumah, mau cepet-cepet pulang, pergi yang jauh dari rumah itu, menghilang dari si mpu nya rumah, dan kembali lagi kapan-kapan aja kalo saya sudah siap.
Saya coba periksa diri apa yang terjadi. Saya inget-inget memang dari kecil saya tidak pernah dilatih untuk berada di rumah orang lain lama-lama. Termasuk untuk nginep di rumah orang lain, papa saya tidak akan pernah mengijinkan, baginya saya boleh pergi kemana saja sampai jam brp saja tapi saya tidak boleh nginep, HARUS pulang ke rumah jam berapapun. Kalo kemaleman mau pulang, papa akan jemput saya dimana saja saya berada, pokoknya harus pulang. Sampai suatu ketika saya di ijinkan menginap di rumah tante saya (t'Diah, adik papa) di Cilegon, saya diantar sampai pintu tol Kebun Jeruk, kemudian adik papa yang lain (maNon) menjemput saya, setibanya di rumah t'Diah, saya fikir saya akan baik2 saja, tapi sampai tengah malam saya tidak bisa tidur, sampai pagi pun saya tetap tidak bisa tidur, saya tetap terjaga, sekalinya merem, baru sebentar sudah langsung terbangun, terus seperti itu sampai pagi. Sejak itu, saya tidak pernah lagi menginap di rumah orang lain, selain rumah mbah.
Hoooo iya, pernah skali, saya habis ada kerjaan di Bogor, ketika saya sudah check out dari hotel dan akan balik ke Jakarta, hujan sangat deras, karena saya tidak tahu jalan, saya menghubungi teman saya yang punya rumah di Bogor, akhirnya dia jemput saya yang habis kehujanan & kedinginan, saya pun dibawa ke rumahnya, karena sudah kelelahan saya segera masuk kamar n tertidur pingsan (ini sebutan saya untuk tidur gak bangun2) sampai menjelang pagi (tetep gabisa puas tidurnya), ketika pagi tiba, saya bergegas balik Jekardah, gak betaaaah.
Mungkin itu lah yang membuat saya tidak pernah menginap di rumah orang lain lagi, kecuali rumah si mbah, sampai setelah saya menikah.
Sampai saat ini saya masih berfikir, karena saya dari kecil tidak dibiasakan bertamu lama-lama dan menginap di rumah orang, kemungkinan itulah penyebabnya saya tidak nyaman berada di rumah orang lain seharian.
Powered by FitriKerenBanged Telkomsel BlackBerry®
Tidak ada komentar:
Posting Komentar